Rukun dan Wajib Umrah

Penulis

UMI Travel

Published

27 Nov. 2020

Umroh seringkali disebut sebagai ibadah haji kecil. Sebelum melaksanakan umroh, jamaah perlu mengetahui apa saja rukun umroh yang harus dijalankan. Rukun umroh adalah suatu kewajiban yang harus dikerjakan karena bila tidak, maka umrohnya tidak sah.

Rukun Umroh dan Penjelasannya

Berikut ini adalah daftar rukun dari umroh dan tata cara menjalankannya dengan benar. Silahkan Anda pelajari dengan baik dan benar agar umroh Anda mabrur.

1. Niat

Rukun pertama adalah niat ihram. Dalam melaksanakan niat ihram, diwajibkan untuk menggunakan kain ihram yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jamaah umroh wajib melakukan niat agar dianggap sah. Ketika melakukan niat, diwajibkan untuk mensucikan diri terlebih dahulu dengan berwudlu.

Saidina Umar bin Khattab pernah bersabda yang intinya adalah bahwasanya dari segala perbuatan yang diawali dengan niat baik, maka orang itu akan mendapatkan hal baik yang diniatinya. Maka dari itu, ketika akan niat ihram laksanakanlah dengan hati yang baik.

Adapun niat yang bisa diucapkan oleh para jamaah umroh adalah :
لبيك عمرة
Labbaik Umrotan
Artinya : Ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umroh

atau dengan mengucapkan
اللهم لبيك عمرة
Allahumma Lbbaik Umrotan
Artinya : Ya Allah, ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umroh

Di Mekkah, niat umroh sering dikenal sebagai ambil miqot yang berada di Birr Ali, sebuah tempat yang berada diantara Mekkah dan Madinah. Lebih tepatnya berada di daerah Dzulhulaifah, sebuah tempat pinggir jalan raya sepanjang Mekkah hingga Madinah. Lokasinya hanya berjarak 9 km dari Masjid Nabawi.

Setelah melakukan niat umroh atau miqot di Birr Ali maka larangan umroh sudah berlaku dan tidak boleh dilanggar. Apabila dilanggar, maka harus mengulang lagi dari awal. Larangan ini akan berakhir ketika Anda sudah melaksanakan sampai rukun yang keempat.

2. Thawaf

Thawaf adalah kegiatan berjalan mengelilingi Ka'bah dengan jumlah total 7 kali. Pada 3 putaran pertama, disarankan untuk lari-lari kecil. Namun apabila keadaan tidak memungkinkan, berjalan pun tidak apa-apa. Sedangkan untuk sisanya memang dilakukan berjalan biasa.

Proses melakukan tawaf berawal dan berakhir di Hajar Aswad. Apabila posisi Anda berada didekat Hajar Aswad berusahalah untuk menciumnya sesaat apabila memungkinkan. Namun, apabila tidak memungkinkan, cukup dengan memberikan isyarat dengan melambaikan tangan. Ketika menjalankan thawaf, usahakan untuk memperbanyak doa dan dzikir.

3. Sa'i

Sa'i dapat diartikan sebagai kegiatan berlari-lari kecil atau berjalan bolak balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7x. Dalam melaksanakan rukun sa'i, jamaah diperbolehkan apabila tidak dalam keadaan suci, maksudnya adalah tidak berwudhu. Jadi, seorang wanita yang sedang haid atau bahkan sedang nifas pun bisa melakukannya.

Adapun jarak yang harus ditempuh dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sepanjang 405 meter. Nantinya, jamaah akan berakhir di Bukit Marwah. Sebelum berangkat umroh, Anda bisa berlatih berjalan jauh terlebih dahulu agar ketika di tanah suci sudah siap dengan segala halang rintangnya.

4. Tahalul

Tahalul bisa diartikan sebagai hal yang dihalalkan. Dihalalkan disini maksudnya adalah hal-hal yang tadinya dilarang ketika Anda memulai niat ihram. Beberapa hal yang dilarang disini contohnya adalah memotong kuku dan menggunakan parfum.

Dapat diartikan pula bahwa tahalul adalah rukun terakhir dari umroh. Adapun simbolis dari tahalul adalah dengan mencukur rambut sendiri dengan minimal memotong 3 helai rambut.

5. Tertib

Tertib disini maksudnya adalah wajib melaksanakan rukun dari umroh secara berurutan, dari niat ihram hingga tahalul. Jadi, tidak boleh melompati urutan yang sudah disebutkan di atas. Apabila ada salah satu yang terlewat atau tidak sesuai dengan urutan, maka umrohnya dianggap tidak sah.